Sejarah Cat Tembok dari Masa ke Masa

Dipublikasikan oleh Admin pada

Warna sejak dahulu kala merupakan sesuatu yang sangat mempesona didalam sejarah kebudayaan manusia. Hampir disetiap daerah telah menghasilkan berbagai pewarna atau pigmen warna berdasarkan sumber daya yang tersedia pada waktu itu. Warna telah bersama kita selama lebih dari 20.000 Tahun lamanya. Ini terbukti dari ditemukannya beberapa lukisan gua beserta artefak kuno lainnya, dan juga lukisan-lukisan Cina kuno dengan warna-warna yang sangat indah, hal ini semakin memperkuat anggapan bahwa warna secara sempurna telah digunakan sejak puluhan ribu Tahun yang lalu.

Yuk Intip Sejarah Cat Tembok dari Masa ke Masa
Warna inipun banyak digunakan oleh orang Mesir kuno, dan dianggap memiliki unsur magis untuk penyembuhan suatu penyakit. Sekitar abad 1500 SM, aktivitas dan perkembangan seni lukis di Kreta, Yunani dan Mesir, sudah sangat maju pesat hingga sampai ke Roma. Disisi lain teknik pencampuran warna pun semakin berkembang dan variasi warnapun semakin variatif. Diantara abad 400 SM dan 600 SM, orang-orang Yunani dan Romawi mulai memperkenalkan teknik pewarnaan menggunakan pernis. Warna merah bagi suku Aztec Indian adalah lebih berharga daripada emas. Kemudian India dan Cina pun sudah mempraktekkan teknik penyembuhan melalui warna. Teknik penyembuhan ini tercatat dalam catatan diagnosis warna Cina kuno, The Nei/ching, sekitar 2.000 Tahun yang lalu.

Yuk Intip Sejarah Cat Tembok dari Masa ke Masa
Penemuan-penemuan tentang warna telah banyak ditemukan, namun tidak banyak nama-nama warna yang tercatat dalam sejarah pada saat itu. Pada Tahun 1960 dua ahli antropologi melakuakan penelitian penamaan warna di seluruh dunia. Hasilnya, dari sekian banyak bahasa ternyata kebudayaan manusia saat itu hanya mengenal dua warna, yaitu putih (cahaya) dan hitam (gelap). Dari 98 bahasa yang dipelajari, jumlah tertinggi istilah warna dasar ditemukan dalam bahasa Inggris, dimana ditemukan ada sebelas warna: hitam, putih, merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu, merah muda (pink), abu-abu, dan coklat. Jutaan warna lainnya memiliki sistim penamaan dengan meminjam nama berdasarkan contoh yang mereka lihat sehari-hari, seperti nama buah-buahan: alpokat (avocado), anggur (grape), peach, cokelat (tan), emas (gold), perak (silver), dll.

Yuk Intip Sejarah Cat Tembok dari Masa ke Masa
Salah satu penelitian tentang warna yang paling awal dilakukan adalah yang dibuat oleh Plato, dia menemukan bahwa dengan teknik mencampur dua warna akan menghasilkan warna ketiga yang berbeda, dan hal ini telah merubah teknik pembuatan warna ke depannya dan akan dipakai untuk selamanya.

Yuk Intip Sejarah Cat Tembok dari Masa ke Masa
Sebelumnya lukisan-lukisan gua terdahulu dibuat menggunakan teknik oksidasi besi (karat), maka orang Mesir kuno sudah mengembangkan cat dari bahan pigmen yang berasal dari unsur tanah (kuning, oranye, dan merah). Orang Roma membuat warna ungu yang dibuat dari unsur kerang (mollusks). Zat pewarna merah masakan (cochineal red), ditemukan pertama kali oleh suku Aztec Indian, dibuat dari kumbang betina cochineal. Untuk satu pon ekstrak warna merah dibutuhkan sekitar satu juta serangga. Kemudian warna merah tersebut diperkenalkan ke eropa oleh orang Spanyol pada tahun 1500 an. Kemudian India memperkenalkan warna kuning yang dibuat dari air seni sapi dicampur dengan lumpur dan diangkut ke London untuk proses pemurnian. Kemudian warna Sap green dari Blackthom Berry, dan Sepia Brown dari kantung tinta kering seekor cumi-cumi. emoticon-Leh Uga

Yuk Intip Sejarah Cat Tembok dari Masa ke Masa
Cat terdiri atas pigmen warna, bahan pengikat (binder), dan pengencer (thinner) yang tepat sudah bisa dibuat dengan mudah pada waktu 5000 Tahun yang lalu. Blue Frit adalah warna pigmen sintetis pertama yang diproduksi oleh orang Mesir, terbuat dari unsur kaca biru di bawah tanah. Sebelum abad ke-19, istilah kata “cat” hanya diterapkan pada warna jenis minyak, yang bahan pengikatnya disebut “distemper”.

Dalam kurun waktu 1000SM, cat dan pernis dibuat dan dikembangkan dari unsur karet yang diambil dari pohon akasia (saat ini lebih dikenal sebagai “gum arabic”). Saat ini warna umbers, ocher’s dan blacks mudah diperoleh, warna baru lainnya juga ditemukan – pertama adalah “egyptian blue”, “naples yellow” sekitar Tahun 500 SM dan “red lead” ditemukan secara tidak sengaja pada sekitar 2500SM. White lead diproduksi pada abad ke-2.

Yuk Intip Sejarah Cat Tembok dari Masa ke Masa

Sebelum abad ke-16, warna pigmen sebagian besar berasal dari zat warna yang alami dari kawasan Eropa dan daerah yang beriklim serupa. Antara 1550 dan 1850 mereka mulai menyebutnya sebagai zat warna alami dan mulai disesuaikan dengan iklim tropis Amerika Tengah dan India serta tempat-tempat lainnya.

Yuk Intip Sejarah Cat Tembok dari Masa ke Masa

Pada abad ke-17, kebutuhan white lead (timah putih) di Belanda mulai meningkat dan berusaha menurunkan biaya melalui penemuan “the stack proses”. Semua cat timah putih dicampur kapur, lalu dimasukkan ke dalam cat undercoat (cat dasar) mereka, sedangkan timbal murninya disisakan untuk finish coats (cat akhir). Pada Tahun 1856, pewarna sintetis pertama “Mauvine”, telah dibuat oleh Henry Perkins dari bahan Linseed Oil. Dan kemudian diapun menyadari bahwa bahan pewarna bisa dibuat secara sintetis dengan biaya yang lebih ekonomis.

Yuk Intip Sejarah Cat Tembok dari Masa ke Masa
Dan sejak saat itulah Liseed Oil (minyak biji rami) mulai dipoduksi secara masal.

Mereka juga telah berhasil membuat pigmen dari unsur zinc oxide, dan menyebutnya sebagai cat putih.

Yuk Intip Sejarah Cat Tembok dari Masa ke Masa

Dengan menggunakan pabrik cat besi dan seng yang berbasis pigmen, maka saat itu industri cat telah berhasil mengembangkan cat yang bisa dicuci untuk pertama kalinya dengan merek “Charlton White” pada Tahun 1867 (cat campuran pertama siap dipatenkan oleh D.R. Averill dari Ohio pada Tahun 1867, namun hal ini belum pernah diungkapkan sebelumnya di media masa).

Yuk Intip Sejarah Cat Tembok dari Masa ke Masa
The Sherwin-Williams Company menghabiskan 10 Tahun riset untuk menyempurnakan rumus formula cat yang lembut dibuat dari bahan minyak biji rami (linseed oil). Pada Tahun 1880, akhirnya mereka berhasil mengembangkan formula cat yang kualitasnya jauh melebihi kualitas cat yang ada pada saat itu.

Yuk Intip Sejarah Cat Tembok dari Masa ke Masa
Sejak saat itulah cat emulsi (emulsions paint) dibuat berdasarkan formula yang sama, diproduksi, dan dipasarkan sebagai “oil bound distempers”. Pada Tahun 1880, cat yang baru telah tersedia dalam kemasan kaleng, dalam berbagai warna pilihan, dan telah diekspor ke seluruh penjuru dunia.

sumber : https://www.kaskus.co.id/thread/57788c7a9252334d638b4568/yuk-intip-sejarah-cat-tembok-dari-masa-ke-masa/


Admin

Kreasi Karya Cipta Bandung (www.kkc-bandung.com) merupakan perusahaan layanan jasa bidang pengecatan profesional yang khusus menangani pengecatan dekoratif, pengecatan tekstur, pengecatan wash, pengecatan polos untuk instansi, kantor, perumahan, sekolah maupun rumah pribadi dengan jangkauan wilayah meliputi kota Bandung dan sekitarnya.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

kreasi karya cipta bandung pop up